Sekilas Info
Loading...

Pembelajaran

Info Pendidikan

Galeri Foto

Recent Post

17 Des 2014
Surat Kepada Bapak Ibu Guru

Surat Kepada Bapak Ibu Guru

Surat Kepada Bapak Ibu Guru

Ibu dan Bapak Guru yang saya hormati dan muliakan,

Semoga Ibu dan Bapak Guru dalam keadaan sehat, bahagia, dan penuh semangat saat surat ini menemui Ibu dan Bapak sekalian. Seiring dengan peringatan Hari Guru ini, atas nama pemerintah, saya menyampaikan apresiasi kepada Ibu dan Bapak Guru semua yang telah mengemban tugas mulia serta mengabdi dengan hati dan sepenuh hati. Izinkan saya dengan rendah hati menyampaikan rasa hormat, rasa terima kasih, dan rasa bangga atas pengabdian Ibu dan Bapak sekalian.

Menjadi guru bukanlah pengorbanan. Menjadi guru adalah sebuah kehormatan. Ibu dan Bapak Guru telah memilih jalan terhormat, memilih hadir bersama anak-anak kita, bersama para pemilik masa depan Indonesia. Ibu dan Bapak Guru telah mewakili kita semua menyiapkan masa depan Indonesia. Mewakili seluruh bangsa hadir di kelas, di lapangan, bahkan sebagian harus mengabdi dengan fasilitas ala kadarnya demi mencerahkan dan membuat masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kita. Saya ingin menggarisbawahi bahwa persiapan masa depan bangsa dan negara Indonesia ini dititipkan pada Ibu dan Bapak Guru.

Saya menyadari masih banyak tanggung-jawab pemerintah pada Guru yang belum ditunaikan dengan tuntas. Kita harus mengakui bahwa bangsa ini belum menempatkan guru sebagaimana seharusnya. Guru memiliki peran yang amat mulia dan amat strategis. Saya percaya bahwa cara kita memperlakukan guru hari ini adalah cermin cara kita memperlakukan persiapan masa depan bangsa ini. Kita harus mengubah diri, kita harus meninggikan dan memuliakan guru. Pemerintah di semua level harus menempatkan guru dengan sebaik-baiknya dan menunaikan secara tuntas semua kewajibannya bagi guru. Pekerjaan rumah pemerintah, di semua level masih banyak, mulai dari masalah status kepegawaian, kesejahteraan, serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan guru harus dituntaskan.

Meskipun demikian, dibalik semua permasalahan yang ada, pendidikan harus tetap berjalan dengan baik. Di pundak Guru, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, ada wajah masa depan kita. Setiap hari Ibu dan Bapak Guru menemui wajah masa depan Indonesia, dan di ruang-ruang kelas itulah anak-anak bersiap bukan saja untuk menyongsong tetapi juga untuk memenangkan masa depan.

Hari-hari di depan kelas tentu menyedot energi. Anak-anak yang menuntut perhatian. Tugas-tugas Guru yang menumpuk. Masih banyak ruang kelas yang tak memadai, fasilitas belajar yang ala kadarnya, atau suhu udara yang tidak selalu bersahabat, ibu dan bapak guru yang saya hormati, teruslah hadir membawa senyum; berbekal kerahiman, songsonglah anak-anak bangsa ini dengan kasih sayang; hadirlah dengan hati dan sepenuh hati.

Kita semua sadar bahwa pendidikan adalah ikhtiar fundamental dan kunci untuk kita dapat memajukan bangsa. Potensi besar di Republik ini akan dapat dikembangkan jika manusianya terkembangkan dan terbangunkan. Kualitas manusia adalah hulunya kemajuan dan pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam meningkatkan kualitas manusia.

Pada kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk melihat pendidikan bukan semata-mata urusan negara, urusan pemerintah. Tanpa mengurangi peran negara, karena negara masih harus menyelesaikan tanggung-jawab yang belum tuntas dan meningkatkan kinerjanya, saya mengajak semua warga bangsa Indonesia untuk ikut bekerja sama demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Ya, secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab negara, tetapi secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik.

Saya mengajak semua kalangan, mari terlibat untuk membantu sekolah, guru, madrasah, balai belajar, dan taman belajar. Kita terlibat untuk mendorong kemajuan pendidikan. Untuk itu pula, kepada Guru, Kepala Sekolah, dan Tenaga Kependidikan mari kita bukakan pintu lebar-lebar. Kita mengajak dan memberi ruang kepada masyarakat untuk ikut terlibat, memikirkan, dan berbuat untuk kemajuan dunia pendidikan kita.

Ibu dan Bapak Guru yang saya muliakan,

Potret Indonesia hari ini adalah potret hasil dunia pendidikan di masa lalu. Potret dunia pendidikan hari ini adalah potret Indonesia masa depan. Jadikan rumah kita dan sekolah kita menjadi zona berkarakter mulia. Izinkan anak-anak kita merasakan rumah yang membawa nilai kejujuran. Izinkan anak-anak kita merasakan sekolah yang guru-gurunya adalah teladan. Biarkan anak-anak kita mengingat Kepala Sekolahnya dan seluruh Tenaga Kependidikan di sekolahnya sebagai figur-figur bersih dan terpuji karakternya.

Bayangkan Ibu dan Bapak Guru yang terhormat, kelak anak-anak kita akan hidup di era baru. Mereka hidup di era yang korupsi sudah dianggap sebagai sesuatu yang basi, sesuatu yang bukan lagi kelaziman, dan tidak semata-mata dipandang sebagai persoalan pelanggaran hukum, tetapi lebih dari itu korupsi menyangkut persoalan harkat dan martabat kemanusiaan.

Pada suatu saat, ketika anak-anak kita, murid-murid itu telah dewasa dan berkiprah di dalam masyarakat, mereka kelak bisa bertutur, "Saya belajar jujur, dan belajar integritas dari Guru". Seraya, nama Ibu/Bapak Guru disebut. Ibu dan Bapak Guru mungkin saja tidak mendengar langsung ucapan-ucapan itu, tetapi yakinlah bahwa melalui anak didik yang meneladani Ibu/Bapak Guru itulah aliran pahala untuk Ibu dan Bapak tidak akan pernah berhenti. Pahala yang tiada henti-hentinya melalui anak-anak didik yang menjadi manusia berkarakter mulia, yang menjalani hidup dengan kejujuran dan berintegritas.

Karakter memang tidak cukup diajarkan melalui lisan dan tulisan. Karakter diajarkan melalui teladan. Oleh karena itu, Ibu dan Bapak Guru yang saya muliakan, jadilah figur-figur yang diteladani oleh murid-murid dan lingkungannya.

Akhirnya, kepada seluruh Guru, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, saya sampaikan apresiasi. Sekali lagi, atas nama pemerintah, saya sampaikan terima kasih. Ikhtiar mulia ini harus kita teruskan. Suatu saat kelak, Ibu dan Bapak Guru dapat melakukan refleksi atas apa yang sudah dijalani sambil bersyukur bahwa di saat Indonesia sedang mengubah wajahnya menjadi lebih baik, lebih bersih, lebih jujur, lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih cerah, Ibu dan Bapak Guru memegang peran penting. Kelak Ibu dan Bapak dapat berkata, "Saya disana, saya terlibat. Sekecil apapun saya ikut mendidik generasi lebih baik. Saya ikut melahirkan generasi baru dan ikut berkontribusi membuat wajah Indonesia yang lebih cemerlang, dan membanggakan."

Selamat meneruskan pengabdian mulia, selamat menginspirasi, dan Selamat Hari Guru.



Salam hangat,

Anies Baswedan

Anies Baswedan 
(Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-26.) 
16 Des 2014
Kerja Bakti Lingkungan Sekolah

Kerja Bakti Lingkungan Sekolah

Untuk mengajarkan dan menanamkan kebiasaan kerja sama, menjaga lingkungan serta kebersihan sekitar siswa, maka diadakan kegiatan kerja bakti di lingkungan sekolah yang diikuti oleh semua siswa dan guru SDN Kacok 2 Palengaan.

Kerja Bakti Lingkungan Sekolah

Kerja Bakti Lingkungan Sdn kacok 2

Kerja Bakti Lingkungan Sekolah oleh siswa

membiasakan Kerja Bakti Lingkungan Sekolah

13 Okt 2014
Kegiatan Pramuka SDN Kacok 2

Kegiatan Pramuka SDN Kacok 2

SD Negeri Kacok 2 Palengaan memiliki kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan aktif berperan di acara kegiatan baik itu yang diselenggarakan oleh kecamatan maupun kabupaten.


Pramuka Penggalang SDN Kacok 2

 Pramuka SDN Kacok 2

Kegiatan Pramuka SDN Kacok 2
Kegiatan PERSAMI  Kecamatan Palengaan
23 Sep 2013
Mempersiapkan Biaya Pendidikan

Mempersiapkan Biaya Pendidikan

Mempersiapkan Biaya Pendidikan
Biaya pendidikan dan biaya hidup mungkin kata pertama yang muncul di pikiran orang tua ketika anaknya lahir ke dunia. Mau tidak mau, suka maupun tak suka, orang tua akan menyiapkan kedua hal itu di kemudian hari. Untuk orang tua yang betul-betul menyadari pentingnya pendidikan, pasti akan memberikan perhatian besar pada persoalan yang satu ini dengan mempersiapkan biaya pendidikan.

Meskipun banyak orang tua tahu arti pentingnya pendidikan, namun tidak banyak yang betul-betul serius menyiapkan biaya pendidikan bagi anak-anaknya. Banyak orang tua selama ini hanya memikirkan kerja setiap hari tanpa berusaha menyisihkan uang untuk keperluan biaya pendidikan.

Perencana keuangan, Safir Senduk pada seminar Strategi Cerdas Menyiapkan Dana Pendidikan, di Jakarta mengatakan, “Mungkin karena mereka berpikir pekerjaan mereka akan selalu awet sampai nanti anak-anaknya sekolah dan menyelesaikan pendidikannya, mereka tidak sadar bahwa segala risiko bisa saja terjadi.”

Lebih lanjut, Safir Senduk menganalisa, ada tiga kondisi yang selama ini kerap membuat para orang tua tidak mempersiapkan biaya pendidikan bagi anak-anaknya. Tiga kondisi itu antara lain:
Orang tua merasa, bahwa kondisi keuangannya saat ini masih baik dan akan terus bertahan sampai nanti ketika anak-anaknya masuk sekolah.
Orang tua merasa, bahwa biaya sekolah tidak akan naik
Orang tua merasa, bahwa selama kondisi fisik dan jiwanya masih sehat mereka akan selalu merasa mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, termasuk pendidikan

Mempersiapkan Biaya Pendidikan

Tanpa perencanaan matang dan sedini mungkin, tidak salah jika orang tua seperti dibuat kalang kabut dalam masalah biaya pendidikan manakala anak-anaknya telah memasuki usia sekolah.

Ada tiga alasan utama orang tua harus mempersiapkan biaya pendidikan sedini mungkin, yaitu:
Camkan di dalam benak, bahwa biaya pendidikan saat ini mahal dan akan terus naik.
Kondisi ekonomi tidak selalu bagus dan dapat berubah-ubah
Kondisi fisik orang tua tidak selalu sehat

“Hitung dari sekarang keuangan Anda, dan jangan pernah menunda-nunda untuk menyisihkan biaya untuk pendidikan dari hitungan-hitungan itu, karena Anda tidak akan pernah sadar akan apa yang akan terjadi kelak di kemudian hari,” saran Safir.

Siap atau tidak, harus siap dalam urusan mempersiapkan biaya pendidikan. Menyiapkan dana melalui cara menabung, deposito atau ikut program asuransi pendidikan.


10 Jul 2013
Minat Baca Sejak Dini

Minat Baca Sejak Dini

Minat Baca Sejak Dini
Budaya minat baca dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena usaha tersebut berhubungan langsung dengan proses belajar mengajar. Menumbuhkan budaya wajib membaca dapat dimulai sedini mungkin di lingkungan keluarga, kenapa? Lebih mudah menanamkan kebiasaan sesuatu yang baik dari sejak kecil agar menjadi suatu kebiasaan agar tertanam di usia selanjutnya.

Hambatan yang muncul berkaitan denganmenumbuhkan minat baca sejak dini adalah terbatasnya buku yang sesuai dengan usia dini (anak) yang menarik. Selain itu tantangan yang dihadapi di rumah sekarang ini adalah terutama kehadiran media elektronik semacam TV, video, game dan lain-lain. Budaya monitor inilah yang sering menghambat tujuan memacu minat baca anak di rumah.

Namun yang terpenting adalah menciptakan pengaruh dan peran lingkungan keluarga terhadap usaha menumbuhkan minat baca. Keteladanan orang tua dalam proses menumbuhkan minat baca sejak dini dapat mengurangi hambatan yang ada, seperti memanfaatkan waktu senggang dengan membacakan buku kepada anak akan dapat meningkatkan motivasi dan kemauan minat baca selanjutnya. Dampak orang tua yang suka membaca akan memacu putra-putrinya untuk mengikuti jejaknya, karena berbagai jenis bacaan mengandung ilmu pengetahuan dari yang dasar hingga yang canggih.

Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini

Selain buku-buku pelajaran sekolah, anak hendaknya juga dianjurkan membaca buku-buku cerita yang dapat menambah imajinasi masing-masing. Kadang kala, harga buku masih relatif mahal, namun bukan menjadi alasan karena adanya kehadiran perpustakaan, baik umum atau sekolah. Dengan banyak membaca suatu cerita atau tentang ilmu pengetahuan seseorang anak akan merenung atau mungkin dapat menimbulkan pemikiran baru untuk mencoba melakukan yang memberi dampak positif.

Sebenarnya, menumbuhkan minat dan kegemaran membaca anak dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, baik di rumah atau di sekolah. Bahkan dalam perjalanan pun dapat juga ditanamkan minat membaca. Namun, yang paling tepat dan terbaik adalah dimulai di lingkungan keluarga sendiri. Dalam hal ini peranan orang tua sangat menentukan bagi pertumbuhan minat baca anak sejak dini dalam meningkatkan disiplin belajar di rumah.

Budaya baca dapat membentuk kepribadian individual dalam menghayati kehidupan. Dengan membaca minimal ada waktu merenung untuk aktif berfikir. Kalau anak-anak kita gemar membaca buku-buku bermutu akan dapat berdampak pada sikap dan perilakunya pula. Selain itu mendorong anak menentukan cita-cita hidupnya serta mempersiapkan masa depan yang cerah. Untuk itu orang tua berkewajiban mengetahui bahan bacaan anak-anaknya, karena buku-buku yang mengandung nilai hidup yang negatif dapat mempengaruhi perilaku mereka.

Bila disiplin budaya minat baca sejak dini diabaikan, akibatnya bisa merugikan semua pihak.

Back To Top