Sekilas Info
Loading...

Recent Post

18 Sep 2017
Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Bagaimana proses perumusan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia? Peran penting pertama kali proses perumusan adalah pembentukan  BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), kemudian melakukan sidang 1 dan 2 di tempat yang sekarang bernama gedung Pancasila di Jakarta.

Gedung Pancasila Jakarta
Gedung Pancasila: Saksi Sejarah Dasar Negara Indonesia

Pada waktu wilayah Indonesia di bawah pendudukan tentara Jepang (Dai Nippon). Tanggal 7 September 1944 Perdana Menteri Jepang Koiso mengumumkan ke seluruh dunia tentang pemberian kemerdekaan kepada rakyat Indonesia dalam waktu dekat. Bersamaan dengan itu, keberadaan tentara Jepang terus mendesak oleh tentara Sekutu. Karena itu, maka tanggal 1 Maret 1945 Saiko Syikikan Kumakici Herada (Panglima tertinggi bala tentara Dai Nippon di Indonesia) mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau lebih dikenal dengan sebutan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Tujuannya dibentuk BPUPKI adalah untuk menyelidiki kesiapan bangsa Indonesia dalam menyongsong kemerdekaan dan membentuk pemerintahan sendiri. Anggota BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945.

Anggota BPUPKI terdiri atas 67 orang, termasuk 7 orang Jepang dan 4 orang Cina dan Arab. Bertindak sebagai ketua K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat dengan dibantu dua ketua muda. Masing-masing ketua muda tersebut adalah Ketua Muda I (orang Jepang) dan Ketua Muda II R. Pandji Suroso.

Sidang pertama BPUPKI


Sidang pertama BPUPKI diadakan 28 Mei - 1 Juni 1945 dengan sambutan pembukaan dari wakil tentara Dai Nippon. Dalam sambutannya wakil Dai Nippon memberi nasihat agar BPUPKI mengadakan penyelidikan secara cermat terhadap dasar-dasar yang akan digunakan sebagai landasan negara Indonesia Merdeka.

Tanggal 29 Mei 1945 dimulai sidang perumusan dasar-dasar Indonesia merdeka oleh anggota-anggota BPUPKI. Para anggota BPUPKI melalui pidato-pidatonya tampil. Mereka mengemukakan berbagai usulan mengenai dasar negara Indonesia. Namun teks pidato-pidato yang diucapkan para anggota BPUPKI dalam sidang itu hanya yang dikemukakan oleh Muhammad Yamin, Supomo, dan Sukarno yang tersimpan.

Setelah Sukarno berpidato mengajukan usul tentang dasar-dasar negara tanggal 1 Juni 1945, sidang BPUPKI pertama berakhir. Hari itu juga ketua BPUPKI menunjuk dan membentuk Panitia Kecil. Tugas Panitia Kecil itu adalah merumuskan kembali pidato Sukarno yang diberi nama Pancasila sebagai dasar negara itu.

Dalam keanggotaan Panitia Kecil, ada dua golongan penting yang berbeda pandangan dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. Satu golongan menghendaki agar Islam menjadi dasar negara. Sementara itu golongan yang lain menghendaki paham kebangsaan sebagai inti dasar negara. Akibat perbedaan pandangan ini, maka sidang Panitia Kecil bersama anggota BPUPKI yang seluruhnya berjumlah 38 orang menjadi macet. Karena sidang macet, Panitia Kecil ini kemudian menunjuk sembilan orang perumus yang selanjutnya dikenal dengan Panitia Sembilan.

Anggota Panitia Sembilan itu adalah 1) Ki Bagus Hadikusuma, 2) Kyai Haji Wakhid Hasyim, 3) Muhammad Yamin, 4) Ahmad Subarjo, Mr. AA. Maramis, 5) Abdul Kahar Muzakir, 6) Abikusno Cokrosuyoso, 7) Moh. Hatta, 8) H. Agus Salim, dan 9) Sukarno sebagai ketua.

Sidang BPUPKI
Sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). 

Sidang kedua BPUPKI


Dalam sidang BPUPKI kedua tanggal 10 Juli 1945, Sukarno melaporkan bahwa sidang Panitia Sembilan (tanggal 22 Juni 1945) telah berhasil merumuskan Pancasila yang merupakan persetujuan antara pihak Islam dan pihak kebangsaan.

Rumusan Pancasila dari Panitia Sembilan itu dikenal sebagai Piagam Jakarta (Djakarta Charter). yang bunyinya adalah sebagai berikut :

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluk-pemeluknya. 
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 
  3. Persatuan Indonesia 
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. 
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Tentang Piagam Jakarta ini Sukarno sebagai ketua Panitia Sembilan mengatakan, bahwa “Ketuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluk-pemeluknya” merupakan jalan tengah yang diambil akibat perbedaan pendapat antara golongan Islam dan kebangsaan.

Sebenarnya banyak muncul keberatan terhadap Piagam Jakarta ini. Sebagai contoh, keberatan yang disampaikan oleh Latuharhary yang didukung oleh Wongsonegoro dan Husein Joyodiningrat dalam sidang panitia perancang UUD tanggal 11 Juli 1945. Keberatan yang sama juga diajukan oleh Ki Bagus Hadikusumo dalam sidang ketua BPUPKI tanggal 14 Juli 1945.

Pengesahan Rumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara 


Tanggal 18 Agustus 1945 merupakan perjalanan sejarah paling menentukan bagi rumusan Pancasila. Hari itu akan disahkan Undang-Undang Dasar untuk negara Indonesia merdeka. Sementara rumusan Pancasila menjadi bagian dari preambul (pembukaan) Undang-Undang Dasar negara tersebut. Namun demikian sehari sebelum tanggal ini ada peristiwa penting.

Peristiwa penting yang dimaksud adalah seperti ini. Sore hari setelah kemerdekaan Negara Indonesia diproklamirkan, Moh. Hatta menerima Nisyijima (pembantu Laksamana Mayda/Angkatan Laut Jepang) yang memberitahukan bahwa ada pesan berkaitan dengan Indonesia merdeka

Pesan tersebut, kaitannya berasal dari wakil-wakil Indonesia bagian Timur di bawah penguasaan Angkatan Laut Jepang. Isi pesannya menyatakan bahwa wakil-wakil Protestan dan Katolik dari daerah-daerah yang dikuasai Angkatan Laut Jepang keberatan dengan rumusan sila pertama (Piagam Jakarta) : ”Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”

Moh. Hatta saat itu menyadari bahwa penolakan terhadap pesan tersebut akan mengakibatkan pecahnya negara Indonesia Merdeka yang baru saja dicapai. Jika hal itu terjadi tidak menutup kemungkinan daerah (Indonesia) luar Jawa akan kembali dikuasai oleh kaum Kolonial Belanda. Oleh karena itu, Hatta mengatakan kepada opsir pembawa pesan tersebut, bahwa pesan penting itu akan disampaikan dalam sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) esok harinya (tanggal 18 Agustus 1945).

Keesokan harinya, sebelum sidang BPUPKI dimulai, Hatta mengajak Ki Bagus Hadikusumo, Wakhid Hasyim, Kasman Singodimejo, dan Teuku Hasan untuk rapat pendahuluan. Mereka membicarakan pesan penting tentang keberatan terhadap rumusan Pancasila Piagam Jakarta. Hasilnya, mereka sepakat agar Indonesia tidak pecah, maka sila pertama (dalam rumusan Piagam Jakarta) diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Materi Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SD - Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara



10 Jun 2017
Kata Penghubung dalam Bahasa Indonesia

Kata Penghubung dalam Bahasa Indonesia

Kata penghubung disebut juga kata sambung atau konjungsi merupakan kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat atau menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf. Kata penghubung dalam bahasa Indonesia berarti kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa (Hasan Alwi, dkk., 2003: 296).

Kata Penghubung dalam Bahasa Indonesia

Sedangkan pengertian yang lain dari konjungsi adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi (Harimurti, 2007: 102).

Kata penghubung sesuai tugas dan fungsi konjungsi terbagi menjadi dua, yaitu:

Penghubung Koordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat atau setara (Abdul Chaer, 2008: 98). Contoh:
  • penanda hubungan penambahan misal: dan
  • penanda hubungan pendampingan misal: serta
  • penanda hubungan pemilihan misal: atau
  • penanda hubungan perlawanan misal: tetapi, melainkan
  • penanda hubungan pertentangan misal: padahal, sedangkan

Penghubung Subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat (klausa) yang kedudukannya tidak sederajat (Abdul Chaer, 2008: 100). Contoh:
  • Penghubung subordinatif atributif: yang
  • Penghubung subordinatif tujuan: agar, supaya, biar.
  • Penghubung subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.
  • Penghubung subordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.
  • Penghubung subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.
  • Penghubung subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun).
  • Penghubung subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.
  • Penghubung subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.
  • Penghubung subordinatif hasil: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).
  • Penghubung subordinatif alat: dengan, tanpa.
  • Penghubung subordinatif cara: dengan, tanpa.
  • Penghubung subordinatif komplementasi: bahwa
  • Penghubung subordinatif perbandingan: sama …. dengan, lebih …. dari(pada)
Contoh Kalimat dengan kata penghubung variatif:

Ayah dan ibu telah berjanji akan membelikan sepeda asalkan aku juara kelas.
Andi tidak masuk sekolah karena hujan sangat deras
Polisi tidak meragukan keterangan saksi, tetapi hanya mendahulukan prosedur.

Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar - Kata Penghubung dalam Bahasa Indonesia


25 Mei 2017
BFI Finance Tangerang Siap Bantu Pinjaman Dana

BFI Finance Tangerang Siap Bantu Pinjaman Dana

Wilayah Tangerang merupakan salah satu wilayah penyangga kota Jakarta di sisi sebelah barat sehingga pertumbuhan perekonomian meningkat secara pesat. Keadaan ini menjadi peluang bagi perusahaan pembiayaan (multi finance) untuk membuka usaha di wilayah ini.

BFI Finance sebagai salah satu perusahaan pembiayaan yang populer di Indonesia membuka beberapa kantor cabang di wilayah Tangerang guna membantu masyarakat dalam memperoleh dana pinjaman. Kantor cabang BFI Tangerang siap memberikan layanan pinjaman dana cepat dengan jaminan atau agunan terutama kendaraan bermotor atau yang lebih dikenal dengan gadai BPKB.

Alamat cabang kantor BFI Tangerang

Alamat cabang kantor BFI Tangerang


Alamat kantor cabang BFI yang dapat dikunjungi oleh masyarakat Tangerang dan sekitarnya dalam proses peminjaman dan pendanaan secara cepat dapat dipilih sesuai dengan lokasi terdekat dengan tempat tinggalnya, antara lain:.
  1. Jl. M.T. Haryono no. 9, Sukasari, Tangerang Kota.
  2. Ruko Taman Kutabumi, blok B16, no 22, Pasar Kemis Kutabumi.
  3. Ruko Taman Raya blok M19, no 1A, Citra Raya, Cikupa.
  4. Jl. Kapten Soebijanto Djojohadikusumo, BFI Tower, Sunburst CBD Lot 1.2, lantai 1, BSD City, Tangsel.
  5. Ruko Kebayoran Arcade 2, blok B1 no 9, Bintaro Jaya Sektor 7, Pondok Aren.
  6. Jalan Raya Siliwangi no 57G, Pamulang Barat, Tangerang Selatan.
  7. Kompleks Balaraja Ultimate for Business Retail no. 3A, Kabupaten Tangerang.
Keunggulan yang ditawarkan BFI cabang Tangerang kepada nasabah oleh marketing Siduit Indonesia antara lain:
  • Perusahaan pembiayaan ini resmi dan aman karena terdaftar di OJK dan anggota APPI.
  • Menerima jaminan bpkb mobil segala merek dengan usia kendaraan maksimal 12 tahun (buatan Jepang) atau maksimal 8 tahun untuk non Jepang (Korea, Amerika, Eropa).
  • Syarat Kredit Dana Cepat yang fleksible.
  • Proses pendanaan cepat, bahkan aproval komite kredit paling lama 1 jam, setelah nasabah disurvey, dokumen syarat lengkap serta telah dianalisa oleh CA (credit analyst).
  • Pinjaman dana tunai secara cepat ini tanpa potongan biaya tersembunyi. Nasabah berhak atas pencairan full 100% dari plafon pembiayaan maksimal 85%.
  • Tanpa BI checking.
  • Pembayaran angsuran yang mudah dengan pilihan payment channel yang memiliki jaringan luas.
17 Mei 2017
Kepala Dinas Pendidikan Baru Pamekasan

Kepala Dinas Pendidikan Baru Pamekasan

Akhirnya Dinas Pendidikan Pamekasan memiliki kepala setelah beberapa lama jabatan tersebut kosong. Setelah Moh Yusuf Suhartono pensiun kurang lebih satu tahun yang lalu dan untuk sementara jabatan kepala dinas pendidikan (Kadisdik) Pamekasan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) Moch. Tarsun, akhirnya Pemkab Pamekasan mengadakan lelang terbuka untuk jabatan Kadisdik Pamekasan baru.

Kepala Dinas Pendidikan Baru Pamekasan
Pelantikan Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan 2017

Setelah melalui tahapan ujian lelang jabatan dengan 6 kandidat lainnya, Drs. Achmad Syafii, M.Si selaku Bupati Pamekasan menetapkan Drs. Mochammad Tarsun, M.Si sebagai Kepala Dinas Pendidikan Baru Kabupaten Pamekasan. Pelantikan dilaksanakan pada hari Rabu 17 Mei 2017 oleh Bupati Pamekasan.

Semoga dengan adanya Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan yang baru diharapkan dapat mengemban amanah dan dapat membawa Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan ke arah yang lebih baik.
10 Mei 2017
Siswa Diingatkan Ikut Mencegah Hoax

Siswa Diingatkan Ikut Mencegah Hoax

Siswa diingatkan untuk ikut mencegah hoax. Demikian ajakan Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, Wakil Gubenur Jawa Timur. Saat ini internet sangat banyak manfaatnya asalkan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kegiatan yang lebih produktif. 

Siswa Mencegah Hoax

Apalagi usia siswa saat ini saat-saat dimana mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar, terlebih mereka bisa menggunakan internet untuk mencari informasi apapun.

Hoax atau berita palsu yang berkembang di media sosial sudah semakin marak, untuk itu jangan langsung ditelan mentah-mentah setiap informasi yang didapat, tapi harus diidentifikasi dulu kebenarannya.

Saifullah Yusuf mengatakan bahwa ada tiga hal penting yang harus dilakukan dalam menangkal berita palsu, yaitu membangun kesadaran pengguna, menutup situs yang berisi berita palsu atau memecah belah, serta membuat narasi balik. 

Internet sehat perlu ditanamkan sejak dini karena di usia remaja mulai intens menggunakan internet.

“Sejak SMA harus dibiasakan menulis sesuatu dengan benar, bukan berita bohong atau hoax. Kita harus bisa memilah mana informasi benar dan mana yang tidak. Mari kita gunakan internet secara sehat dan baik. Bila kita bisa memaksimalkan hal ini, kita bisa meraih kesuksesan,” ungkap Gus Ipul.

Sumber: Lentera Kecil

Artikel Pendidikan

Materi Ajar

Galeri Foto

Back To Top